Kayu sering dipilih karena kesan alaminya. Banyak orang menyukai serat dan warna kayu untuk menghadirkan suasana hangat di dalam ruangan. Namun saat kayu digunakan sebagai plafon, ada konsekuensi yang perlu dipahami sejak awal.
Di sisi lain, plafon PVC motif kayu hadir sebagai alternatif yang mencoba mempertahankan tampilan natural tanpa membawa seluruh risikonya.
Perbedaan dasar material
Kayu adalah material alami yang bereaksi terhadap lingkungan. Perubahan suhu dan kelembapan bisa membuat kayu memuai, menyusut, atau melengkung.
Plafon PVC berbasis material sintetis yang stabil. Tidak terpengaruh air, tidak menjadi sarang rayap, dan bentuknya relatif konsisten.
Dari sisi ketahanan jangka panjang
Plafon kayu membutuhkan perlindungan ekstra seperti pelapis anti rayap dan pernis. Tanpa perawatan rutin, kualitasnya akan menurun.
Plafon PVC tidak memerlukan perlakuan khusus. Tidak lapuk, tidak berjamur, dan tidak berubah warna secara drastis dalam pemakaian normal.
Dari sisi biaya dan perawatan
Biaya plafon kayu tidak berhenti di pemasangan. Ada biaya perawatan berkala untuk menjaga tampilan dan kekuatannya.
Plafon PVC lebih efisien dari sisi biaya jangka panjang karena perawatannya sederhana dan minim perbaikan.
Dari sisi tampilan
Kayu asli unggul di keaslian tekstur.
Namun plafon PVC motif kayu modern mampu menghadirkan visual yang rapi dan konsisten. Untuk banyak orang, perbedaan visual ini tidak lagi signifikan jika dilihat dari kejauhan.
Kesimpulan pemilihan
Jika prioritas utama adalah material alami dan siap dengan perawatan ekstra, kayu masih relevan.
Namun jika yang dicari adalah tampilan kayu dengan risiko lebih rendah dan perawatan minimal, plafon PVC motif kayu adalah pilihan yang lebih rasional.