Plafon gypsum sudah lama menjadi pilihan umum di banyak bangunan. Namun, seiring waktu dan kondisi pemakaian, muncul perbandingan baru dengan plafon PVC. Bukan soal mana yang lebih populer, tapi mana yang lebih masuk akal untuk penggunaan jangka panjang.
Perbandingan ini penting agar keputusan tidak berhenti di tampilan awal saja.
Dari sisi material
Gypsum berbasis mineral yang sensitif terhadap air. Sekali terkena lembap berulang, strukturnya melemah dan tampilannya sulit kembali seperti semula.
Plafon PVC terbuat dari material sintetis yang tidak menyerap air. Kondisi lembap tidak memengaruhi bentuk maupun kekuatannya.
Dari sisi ketahanan
Gypsum rentan retak rambut, menguning, dan berjamur jika lingkungan tidak ideal.
Plafon PVC lebih stabil. Tidak lapuk, tidak berjamur, dan lebih konsisten dalam jangka panjang.
Dari sisi perawatan
Plafon gypsum sering membutuhkan pengecatan ulang dan perbaikan lokal.
Plafon PVC tidak memerlukan cat. Perawatan cukup dengan pembersihan ringan secara berkala.
Dari sisi pemasangan
emasangan gypsum membutuhkan beberapa tahap finishing. Ini berdampak pada waktu dan kebersihan area kerja.
Plafon PVC lebih cepat dipasang karena panel sudah memiliki finishing.
Kesimpulan pemilihanan
Gypsum masih bisa digunakan untuk kondisi tertentu. Namun, untuk area lembap, penggunaan jangka panjang, dan kebutuhan perawatan rendah, plafon PVC menjadi pilihan yang lebih rasional.